Juli 18, 2008
MEMBUKA USAHA SAMPINGAN
Pada beberapa edisi lalu saya mengatakan ke-pada Anda bahwa untuk mendapatkan penghasilan tambahan ada empat cara yang bisa Anda lakukan. Yakni bekerja pada orang lain, bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, membuka usaha sampingan, atau melakukan investasi.
Dari keempat hal tersebut, membuka usaha sampingan biasanya merupakan cara yang cukup baik untuk mendapatkan peng-hasilan tambahan. Dengan membuka usaha sampingan, pertama-tama Anda mungkin harus terlibat penuh didalamnya. Tapi lama kelamaan, bila usaha itu besar, Anda bisa menyerahkan pengelolaannya pada orang lain, sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu. Sementara pemasukan terus berjalan.
Bandingkan dengan apabila Anda bekerja pada orang lain atau bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian. Bekerja pada orang lain jelas Anda harus mengikuti jam kerja yang disyaratkan. Sedangkan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, biasanya Anda bisa menentukan waktu kerja Anda sendiri, tapi tetap saja Anda akan sibuk
PENGHASILAN BISA BESAR
Jangan salah kira, usaha sampingan, apabila Anda jalankan dengan sungguh-sungguh bisa memberikan hasil yang sama ¬ bahkan lebih besar ¬ dibanding bila Anda bekerja dan mendapatkan gaji.
Saya pernah memperhatikan tukang sate yang berjualan di dekat rumah saya. Setiap hari, dari jam 17.00 – 24.00 (7 jam kerja), ia bisa menjual sekitar 250 tusuk sate ayam. Kalau satu tusuk dihargai Rp 400, maka ini berarti ia mendapatkan Rp 100 ribu sehari. Dalam sebulan, ia bisa bekerja sekitar 25 hari. Ini berarti pemasukannya sebulan mencapai Rp 2,5 juta. Saya pernah tanya berapa sih keuntungannya dari Rp 2,5 juta itu? Dia bilang sekitar 60 persen. Ini berarti keuntungannya adalah Rp 1,5 juta setiap bulan. Itu belum termasuk keuntungan dari penjualan lontongnya.
Tentu saja Anda tidak harus jadi penjual sate bila Anda memang tidak mau. Anda bisa membuka usaha lain yang mungkin lebih Anda kuasai seluk-beluknya. Prinsipnya di sini adalah apa pun usahanya, kalau Anda jalankan dengan serius, hasilnya bisa besar.
Pada awalnya yang namanya usaha mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Penghasilannya mungkin belum seberapa. Tapi itu karena usaha Anda mungkin belum dikenal orang banyak. Namanya juga masih baru. Lama kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda pasti akan mulai berkembang, sehingga hasil yang Anda dapatkan makin besar pula.
Tukang sate tadi misalnya. Saya yakin, pertama kali ia membawa dagangannya, orang mungkin masih ragu-ragu untuk mencoba satenya, karena orang baru pertama kali melihat tukang sate ini. Tapi lama kelamaan, orang mulai memesan satenya, dan akhirnya orang ini identik dengan sate. Setiap kali ia lewat di depan rumah saya, saya langsung teringat akan satenya. Itu bukti bahwa usaha apa pun membutuhkan pengenalan.
Orang harus kenal lebih dulu dengan usaha Anda, apa pun usaha itu. Entah toko, entah restoran kecil, entah usaha jahitan. Mungkin pengenalannya makan waktu satu tahun, dua tahun, atau mungkin hanya beberapa bulan, tergantung bagaimana promosi Anda. Setelah kenal, barulah selebihnya tergantung pada kualitas produk Anda. Bila sekali saja konsumen tak suka, seterusnya mereka kapok membeli produk Anda. Apa pun jenisnya. Karena itu, Anda juga harus menjaga kualitas produk agar sesuai keinginan konsumen.
TIDAK HARUS MENINGGALKAN PEKERJAAN
Siapa bilang bahwa Anda harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda sekarang bila Anda menjalankan usaha Anda? Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda. Anda bisa menjalankan usaha Anda sambil Anda tetap bekerja di pekerjaan Anda sekarang.
Hitung-hitung, Anda nantinya akan punya pendapatan yang dobel kan? Pertama-tama, mungkin pendapatan usaha Anda masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan Anda. Tetapi lama-lama, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda akan makin maju, dan pendapatan usaha Anda siapa tahu akan meningkat dan bisa menyamai gaji Anda?
Kemudian, siapa tahu juga pendapatan usaha Anda bisa meningkat lagi dan melebihi gaji Anda? Saya banyak melihat contoh orang yang merintis usaha sambil tetap mempertahankan pekerjaannya. Lama-lama ketika usahanya makin sukses, pendapatan dari usahanya meningkat, dan jumlahnya jauh melebihi gajinya. Sehingga ia memiliki pilihan apakah ia akan mempertahankan kedua pendapatannya, atau meninggalkan pekerjaannya dan terjun total 100 persen ke dalam usahanya dengan harapan agar penghasilan dari usahanya bisa makin besar.
Bagi Anda yang menjadi ibu rumah tangga dan hanya suami yang bekerja, mungkin bisa lebih enak lagi. Anda merintis usaha Anda, sementara suami Anda tetap mendapatkan gaji dari pekerjaannya. Masing-masing dari Anda sekarang menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Bukan begitu?
SIAP MELUANGKAN WAKTU
Kalau Anda menjalankan usaha Anda sambil masih tetap bekerja, maka Anda harus siap meluangkan waktu. Bagi Anda yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, Anda harus siap menyisihkan sekitar ¬ mungkin ¬ 4 jam setiap hari untuk mengurus usaha baru Anda. Bagi Anda yang juga bekerja di kantor, mungkin Anda harus siap menjalankan usaha Anda pada malam hari. Terserah Anda. Yang jelas, Anda harus memiliki komitmen untuk mau menjalankan usaha Anda, dan jangan kaget kalau nanti Anda akan lebih capek dari biasanya. Ini wajar, karena Anda menjalankan dua pekerjaan sekaligus kan?
Tapi apa yang membuat Anda mau lebih capek dari biasanya? Apa yang membuat Anda mau repot-repot menjalankan usaha Anda? Ini karena Anda ingin agar usaha Anda bisa berkembang kelak dan pengelolaannya bisa Anda serahkan ke anak buah Anda sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk keluarga Anda kelak sementara tetap men-dapatkan penghasilan. Jadi, Anda investasi waktu (mau lebih sibuk) sekarang, dengan harapan agar Anda mendapatkan waktu yang lebih banyak kelak. Jadi, sesibuk apa pun sekarang, kenapa Anda tidak luangkan waktu untuk merintis sebuah usaha?
PERLU DUKUNGAN KELUARGA
Minta dukungan dari keluarga Anda. Kalau perlu, ajak suami Anda untuk ikut membantu Anda. Libatkan suami Anda dari awal. Dengan demikian, suami Anda bisa ikut berperan dalam usaha Anda. Dukungan suami itu penting lo. Banyak usaha rumahan yang gagal karena tidak adanya dukungan suami.
Bukan berarti Anda tidak akan berhasil dalam usaha Anda bila tidak didukung suami, tapi memang akan sangat membantu kalau suami Anda ikut mendukung usaha Anda kan? Kalau perlu, jangan katakan pada suami bahwa ini adalah usaha Anda. Katakan padanya bahwa ini adalah usaha keluarga, bukan usaha Anda. Kelak kalau usaha ini besar, suami Anda bisa ikut terlibat di dalamnya. Bukankah akan mengasyikkan bila suami-istri bekerja bersama membangun usaha keluarga?
TIDAK HARUS SEKOLAH TINGGI
Apakah Anda adalah salah satu dari mereka yang tidak mengenyam sekolah tinggi? Apakah Anda cuma lulusan SMP? Apakah Anda cuma lulusan SMEA? Atau apakah Anda sama sekali tidak pernah sekolah dan hanya punya pengalaman?
Baca ini: Anda tidak harus mengenyam sekolah tinggi lebih dulu untuk bisa membuka usaha dan berhasil dalam usaha Anda. Kita sudah sering mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada banyak orang berhasil dalam membangun usahanya dari nol, meski tidak memiliki pendidikan tinggi. Liputan di NOVA, baik rubrik Profil maupun Peristiwa, sering menampilkannya.
Apa resepnya sehingga mereka bisa berhasil? Ketekunan dan motivasi untuk bisa berhasil. Yang lebih penting, ia ¬ walaupun tidak sekolah tinggi ¬mau belajar. Belajar tidak harus ditempuh dengan sekolah. Anda bisa belajar dari pengalaman Anda, dari buku, dan dari pengalaman orang lain (baik keberhasilan maupun kegagalannya). Satu lagi, mereka mau memulai usahanya dari kecil lebih dulu, sebelum lama-lama usaha itu menjadi besar. Percayalah, Anda punya kesempatan yang sama dengan saya, dan dengan orang yang lain untuk bisa berhasil, walaupun Anda tidak memiliki pendidikan tinggi sekalipun.
Jadi tunggu apa lagi? Tetapkan tekad untuk membuka usaha sampingan. Sekarang juga.
Juli 13, 2008
Bisnis Catering
Bisnis makanan memang tidak ada matinya. Selain karena kebutuhan pokok, makanan juga terbilang bisnis yang banyak menguntungkan. kali ini akan mengupas lagi bisnis makanan atau lebih tepatnya bisnis catering. Dalam bisnis makanan memang gampang-gampang susah. Walaupun mudah cara membuatnya, namun ada sisi lain yang harus dipertimbangkan, yaitu cita rasa. Karena selera dari masing-masing orang jelas berbeda-beda. Apabila sudah sesuai dengan selera konsumen, maka tidak jarang akan kebanjiran pelanggan. Memang ini tidak dijamin seratus persen, karena ada juga konsumen yang selain mencari selera makan yang pas, tetapi juga mencari tempat yang sesuai.
Bisnis catering akan lebih banyak untung apabila kita memiliki alat transportasi dan alat makan sendiri, sehingga kita tidak perlu mengeluarkan lagi uang untuk biaya sewa alat-alat tersebut. Jika kita baru pertama kali membuka usaha catering, kita memang tidak perlu memiliki semua itu. Banyak tempat penyewaan alat-alat untuk catering lengkap, dan harganya pun terbilang murah. Untuk piring sekitar 1800 rupiah perlusinnya. Dan apabila usaha cateringnya sudah mulai berjalan dan ada tanda-tanda kemajuan, Kita bisa membeli satu persatu dimulai dari yang terpenting. Misalnya dari piring makan, berikutnya sendok makan, dan seterusnya.
Cara seperti itu dulu dilakukan oleh pengusaha catering Nirbaya Jogja. Sebelum usaha cateringnya maju seperti sekarang, pemilik usaha keluarga catering Hj. Mujiyati Soekarman memulainya dengan membeli satu persatu alat-alat untuk menunjang catering. Dan sampai saat ini gudang yang tersedia untuk menampung alat-alatnya pun sudah tidak mencukupi. Alat transportasinya sudah mencapai 12 unit mobil, diantaranya 3 minibus, 2 suttlebus, 3 mobil box, 2 mobil pick up, 2 truck. Untuk kelas bisnis keluarga bisa terbilang sukses. Karena cara manajemennya pun memakai sistem kekeluargaan, alias tidak kaku. Catering ini tidak pernah memasang iklan ataupun papan nama. Yang ia andalkan hanya meninggalkan satu kartu nama kepada pelanggannya.
Untuk menjadi seperti Catering Nirbaya yang sekarang sudah dikelola putrinya Hj. Endang ini memerlukan waktu yang panjang dan penuh perjuangan. Kalau kita melihat kesuksesannya sekarang ini, yang dalam seminggu tidak kurang dari 15 ribu porsi ia layani, tentu kita tidak akan menyangka jika dalam proses perintisannya hanya menjual arem-arem dipasar. Berkat kegigihan dari Ibu Mujiyati yang sejak tahun 1994 sudah menjanda untuk yang kedua kalinya, mampu membawa usahanya ke taraf yang lebih baik. Arem-aremnya beliau cap dengan nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi, sehingga sedikit kebanjiran order sesudahnya.
Pernah suatu saat terjadi hal yang tidak menyenangkan, dimana salah satu konsumen yang melakukan penipuan dengan mengatakan makanan yang dipesan basi. Lucunya lagi pemesan mengatakan itu setelah acara usai, dan hanya tertinggal sedikit makanan. Padahal sesuai prosedur makanan baru dimasak sesaat sebelum pesanan diantarkan, dan juga ada pengecekan rasa. Dengan negoisasi, akhirnya diputuskan pemesan tidak diwajibkan membayar. Contoh lain adalah kecurangan dari pihak ketiga, yang merasa tidak suka dengan kita, sehingga melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan dalam persaingan bisnis yang sehat, seperti memasukkan zat lain yang menyebabkan makanan cepat basi, tidak enak, atau bahkan keracunan.
Untuk menanggapi masalah seperti ini tidak perlu emosi, cukup diselesaikan dengan kepala dingin. Dan pertama yang harus dilakukan adalah mengambil contoh makanan yang menyebabkan keracunan, lalu membawanya ke laboratorium untuk di uji, lalu setelah itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Dan apabila kita merasa yakin bahwa itu bukan dari kita, dan apabila tidak bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, segera laporkan ke pihak berwenang dengan membawa bukti-bukti lengkap untuk segera di tindaklanjuti.
Dengan cerita tadi anda jangan langsung merasa ingin cepat-cepat mencoba dengan tidak memikirkan untung ruginya, namun juga jangan merasa takut untuk mencoba. Untuk menunjang kesuksesan bisnis catering, anda harus menjaga kebersihan tempat, alat-alat, makanan, dan juga tetap menjaga keharmonisan dengan pelanggan, seperti yang diterapkan Catering Nirbaya dengan sistem kekeluargaannya.
Juli 12, 2008
Terimakasih
Sebelum saya memulai dalam penulisan wordpress saya.saya mengucapkan terimakasih banyak kepada yang akan membantu saya dalam pembinaan blog dotCom ini.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!










